Tugas Accesosries
ANALISIS dan PERANCANGAN E-BISNIS
Dosen Pengampu :
Febby Madonna Yuma, M.Kom
Adi Gunawan Nasution
(1522.02.54)
Eka Dewi Sartika
(1522.03.35)
Nurhakiki (1522.03.16)
Kelas : SI - 6I
Kelas : SI - 6I
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK ROYAL
KISARAN
2018
ABSTRAK
E-bisnis (dalam
bahasa Inggris : Electronic Business, atau "E-business") dapat
didefinisikan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan
semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. E-business merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan
menggunakan teknologi internet. E-business
memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data
internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk
berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi
permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik. Dalam penggunaan
sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan
elektronik atau e-commerce (e-dagang) saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian
dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan
bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran internet (e-pemasaran).
Kata kunci : Bisnis, e-bisnis, e-business, e-commerce, electronic business dan internet.
Kata Pengantar
Makalah ini bertema tentang E-Business. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Universitas Narotama kelas B.
Makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang definisi, ruang lingkup,
keuntungan, faktor pendorong, dan prospek e-business
di Indonesia serta hubungan e-business dengan e-commerce, e-government,
dan e- learning. Oleh karena itu penulis memberi judul
“Penerapan E-Business di Indonesia”
pada makalah ini.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Tony Stephanus Eoh, SE.Ak, M.Ak
selaku Dosen Sistem Informasi yang telah memberikan tema yang kami dapatkan.
Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu meridhai segala usaha kita. Amin.
Kisaran, 22 Mei 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang
disebut
dunia maya. Di dunia maya,setiap
individu memiliki hak dan
kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya.
Globalisasi yang sempurna
sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital.
Dari
seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran
internet, sektor bisnis merupakan
sektor yang paling terkena dampak dari perkembangan
teknologi informasi dan telekomunikasi
serta paling cepat tumbuh. Mobilitas
manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa
dan barang dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah
tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk
menghubungkan produsen dan konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih
dikenal dengan nama e-business dan e-commerce. Melalui e-commerce, seluruh
manusia di muka
bumi memiliki kesempatan dan
peluang yang
sama untuk
bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya.
1.2 Rumusan Masalah
Untuk mengkaji dan
mengulas tentang penerapan e-business di Indonesia, maka diperlukan sub-pokok
bahasan yang saling berhubungan, sehingga penulis membuat rumusan masalah
sebagai berikut :
- Apakah definisi jaringan e-business ?
- Apa saja ruang lingkup e-business ?
- Apa saja keuntungan e-business ?
- Apa saja faktor pendorong e-business ?
- Apa saja tahap awal e-business ?
- Apa saja model arsitektur aplikasi e-business ?
- Apa saja prospek e-business di Indonesia ?
- Apakah hubungan antara e-business dengan e-commerce, e-government, dan e- learning?
1.3 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Semester Genap tahun 2013 dan
menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah. Manfaat dari penulisan
makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan baik baik penulis maupun bagi pembaca tentang e-business dan mampu menjelaskan serta
sebisa mungkin mempraktekkan tentang e-business
dan hal-hal yang berhubungan dengan e-business.
1.4 Metode Penulisan Masalah
Penulis memakai metode studi literatur dan
kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak
hanya dari buku, tetapi juga dari media media lain seperti web, blog, dan
perangkat media massa yang diambil dari internet.
1.5 Sistematika Penulisan Makalah
Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu
bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan
terbagi atas : latar belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan,
metode penulisan, dan sistematika penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi
berdasarkan sub-bab yang berkaitan dengan jaringan telekomunikasi. Terakhir,
bab penutup terdiri atas kesimpulan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi E-Business
Fenomena e-business tidak
dapat disangkal telah menjadi tren yang mewarnai aktivitas bisnis di
negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena
kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap
sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa
mendatang. Sekarang banyak eksekutif bisnis melihat teknologi informasi sebagai
pemberi kesempatan untuk e-commerce,
dan untuk mengatur fungsional silang dan interorganisasi proses e-business dari unit bisnis mereka. Internet, intranet, extranet, dan web
merupakan interconnecting individual,
tim, unit bisnis, dan partner bisnis dalam hubungan bisnis tertutup yang
mempromosikan komunikasi, kolaborasi, dan pembuat keputusan yang diperlukan
dalam pasar global.
Menurut O’Brien (2005) menjelaskan bahwa e-business adalah penggunaan internet
dan jaringan serta teknologi informasi lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi dan kerjasama
perusahaan, dan berbagai proses yang dijalankan melalui web, baik dalam
jaringan perusahaan maupun dalam para pelanggan serta mitra bisnisnya. Lebih
lanjut O’Brien menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan yang telah
berpindah dari sistem warisan berbasis mainframe
ke aplikasi klien/server lintas fungsi dengan melibatkan pemasangan software enterprise
resource planning, supply chain management, atau customer relationship
management dari SAP America, PeopleSoft, Oracle, dan perusahaan-perusahaan
lain.
Sementara menurut Mohan Sawhney mendefinisikan e-business sebagai : “The use of
electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance,
transform, or invent a business process or business system to create superior
value for current or potential customers”. Secara prinsip definisi tersebut
jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi
sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau
jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama
dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan atau stakeholder.
2.2 Ruang Lingkup E-Business
Untuk dapat
menangkap dimensi ruang lingkup pengertian e-Business,
cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W (What, Who, Where, dan Why).
a) Dimensi What
Banyak orang mempertukarkan istilah e-business dengan e-commerce.
Secara prinsip, pengertian e-business
jauh lebih luas dibandingkan dengan e-commerce
bahkan secara filosofis, e-commerce
merupakan bagian dari e-business.
Jika e-commerce hanya memfokuskan
diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik
atau digital, e-business memiliki
wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua
entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi
antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara
perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan
untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta
bahkan bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.)
yang ada di dunia maya karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari
sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-business.
b) Dimensi Who
Siapa saja yang terlibat di dalam e-business? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak
atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau
serangkaian proses bisnis (business
process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup e-business. Paling tidak ada tujuh (A
sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan e-business, masing-masing: agent, business, consumer, device, employee,
family, dan government. Contohnya
adalah sebuah aplikasi tipe e-commerce
B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan
dengan para pelanggannya (end consumers-nya);
atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan ekspor
dan impor; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi
informasi seperti antara PDA dengan handphone;
atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang
kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga; dan lain sebagainya.
c) Dimensi Where
Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan
bisnis dapat dilakukan dalam e-business.
Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang
berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis
konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar
perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam e-business,
interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang ibu
dapat menggunakan telepon atau web-TV untuk berkomunikasi dengan perusahaan
penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan
perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di lokasi
keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan
ATM, warnet, atau kios-kios telekomunikasi (Wartel) untuk melakukan hal yang
sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan
siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan
di dalam implementasi e-business.
d) Dimensi Why
Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis
tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk
mengimplementasikan e-business
sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep e-business secara efektif tidak saja
menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat
dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan
untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara
langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan e-business, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah
bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping
itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis
(perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam
menerapkan konsep e-business.
Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep
jejaring (internetworking), sebuah
perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan
perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan.
Dan tidak jarang pula terdapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari
jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah
maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan e-business.
Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian
semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di
kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus
juta manusia (dan terus bertambah) ke dalam sebuah arena jaringan yang sering
dinamakan sebagai dunia maya (virtual
world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat
dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital
antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi). Disamping itu,
dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless) seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa
negara.
2.3 Keuntungan E-Business
Value apa yang sebenarnya ditawarkan oleh
e-business. Menurut Charles R. Rieger dan Marry P.
Donato setidaknya ada 5 keuntungan yang ditawarkan oleh e-business yakni : Efficiency, Effectiveness, Reach, Structure, dan Opportunity.
1). Efficiency
Sebuah riset memperlihaatkan bahwa kurang
lebih 40% dari total biaya operasional perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas
penyeberan informasi ke divisi-divisi terkait. Dengan
dimanfaatkannya teknologi informasi maka terlihat bagaimana perusahaan dapat
mengurahi total biaya operasional. Contohnya adalah bagaimana fasilitas email dapat mengurangi biaya komunikasi pengiriman
dokumen.
2). Effectiveness
Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi,
pelanggan dapat berhubungan dengan perusahaan kapan saja, dalam 7 hari seminggu dan 24 jam non stop .
3). Reach
Perusahaan mampu memperluas jangkaun dan
ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dengan mudah(menembus batas ruang dan
waktu) dan tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal.
4). Structure
Konsep brick-and-morter menjelma menjadi
click-and-morter telah mengubah prilaku perusahaan dalam pendekatan bisnis.
5). Opportunity
Terbukannya peluang yang lebar bagi pelaku
bisnis untuk berinovasi menciptakan produk-produk atau jasa-jasa baru akibat
ditemukannya teknologi baru dari masa kemasa.
2.4 Faktor Pendorong
E-Business
Perkembangan implemantasi konsep e-business disebuah industri atau negara
sangat dipengaruhi oleh eksternal driving
force yaitu : Customer Expectations, Competitive Imperatives, Deregulation, dan Technology.
1). Customer Expectations
Yang diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan
baikknya kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya
pelayanan pra dan pasca jual yang baik. Spektrum pelayanan yang dimaksud antar
lain : pemesanan dapat dilaksanakan anytime,
anywhere, dan pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam
misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan adanya
fasilitas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga
kompetitif, dan lain-lain.
2). Competitive Imperatives
Globalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha
yang sangat ketat. Pelanggan akan dengan mudah membandingkan kualitas produk
dan pelayanan antar perusahaan, hal ini memaksa perusahaaan mengembangkan
strategi bisnis yang tepat.
3). Deregulation
Secara makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun
negara-negara lain telah (lembaga lain seperti WTO, APEC, AFTA) turut mewarnai
bentuk dunia usaha dimasa datang terutama dengan konsep perdagangan bebas antar
negara dan industri. Internet disini dinggap sebagai sebuah arena dimana konsep
kompetisi sempurna dan pasar terbuka telah terjadi terutama produk–produk dan
jasa-jasa yang dapat digitalisasi.
4). Technology
E-business adalah
kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi komputer
dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya kritikal bagi
perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari dimungkinkannya
model-model bisnis baru.
.
2.5 Empat Tahap Evolusi E-Business
Jalan evolusi (perubahan secara perlahan, natural, namun pasti)
merupakan cara yang nampaknya paling banyak dipilih oleh perusahaan-perusahaan
di negara berkembang yang ingin menerapkan konsep e-business karena prinsip kehati-hatian yang mereka miliki. Hal
utama yang harus dilakukan sehubungan dengan hal ini adalah mempelajari
bagaimana sebaiknya langkah-langkah pengembangan tersebut harus dilakukan. Ada
empat tahapan evolusi yang dapat dijadikan pegangan atau panduan bagi
perusahaan yang ingin melakukan hal tersebut. Keempat tahapan tersebut
masing-masing diberi istilah sebagai: Inform, automate, integrate, dan reinvent.
a) Tahap Inform
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit-unit
kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet. Contohnya adalah pengembangan homepage yang menampilkan
profil organisasi di internet, atau
membangun website yang isinya adalah produk-produk dan jasa-jasa yang
ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya, atau sebuah situs yang berisi
berita-berita mutakhir di bidang tertentu yang berkaitan dengan tugas sebuah
unit perusahaan, dan lain-lain. Biasanya hal-hal kecil ini berasal dari ide
salah satu atau sekelompok orang di unit organisasi terkait karena yang
bersangkutan memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang internet.
Berbagai proyek kecil ini biasanya bersifat jangka pendek dan
tidak membutuhkan biaya besar. Karena sifatnya yang lebih sekedar menyebarkan
informasi sehubungan dengan aktivitas terkait di dalam sebuah unit perusahaan,
maka biasanya aplikasi-aplikasi tersebut bersifat mandiri dan bebas, dalam arti
kata tidak diintegrasikan dengan perangkat lunak aplikasi lainnya yang ada di
perusahaan. Berhasil tidaknya proyek e-business
tersebut juga masih berdasarkan pada analisa atau kajian efisiensi yang
dicapai. Katakanlah dengan adanya website profil perusahaan, maka tidak perlu
lagi dilakukan pencetakan dokumen dalam beribu-ribu eksemplar karena para
pelanggan dan mitra bisnis dapat melihatnya melalui internet; atau dengan
adanya email maka biaya pengiriman dokumen dan kurir dapat ditekan, atau dengan
dikembangkannya document management
maka akan cukup signifikan memangkas biaya overhead
kantor, dan lain sebagainya. Memulai e-business
dengan melakukan cara-cara seperti yang dijelaskan di atas merupakan mekanisme
yang cukup aman dan memiliki resiko kegagalan yang rendah. Walaupun manfaat
yang diperoleh tidak begitu signifikan, tetapi value terbesar yang diperoleh
adalah mulai memperkenalkan (sosialisasi) konsep e-business yang paling
sederhana kepada segenap karyawan perusahaan.
b) Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa
unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep
kecil e-business. Yang menjadi dasar
penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang
saling berhubungan. Contohnya adalah proses pengajuan anggaran dari
masing-masing unit ke divisi keuangan. Melalui aplikasi atau modul situs yang
lebih dinamis (berbasis database), setiap unit memasukkan rencana anggarannya
ke dalam sebuah aplikasi dan bagian keuangan secara otomatis menerima
konsolidasi anggaran dari seluruh unit yang ada di perusahaan. Contoh lainnya
adalah di bagian pengadaan atau logistik yang secara otomatis melalui sebuah
aplikasi database menerima pesanan pembelian barang dari berbagai unit yang ada
di perusahaan. Keseluruhan rangkaian proses ini secara otomatis dibantu alurnya
oleh aplikasi e-business. Tidak
jarang pula kerap dikembangkan berbagai aplikasi yang melibatkan pelanggan (customers) dalam prosesnya. Misalnya
adalah sistem pemesanan produk atau jasa melalui website, atau aplikasi pelayanan
purna jual (CRM), dan lain sebagainya. Value
yang dituju pada tahapan ini adalah efektivitas, yaitu sebuah hal yang pada
awalnya sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dengan adanya aplikasi e-business hal-hal baru dapat dilakukan
oleh perusahaan.
c) Tahap Integrate
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan
perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada
target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan
dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas
proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat
tinggi bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis
yang online dan real-time. Contoh yang kerap dipakai untuk mengilustrasikan
tahap ini adalah aplikasi “package
delivery tracking” yang dimiliki Federal Express maupun DHL yang
memungkinkan pelanggan melalui komputernya (internet)
melacak status pengiriman paketnya (yang bersangkutan dapat mengetahui posisi
terkini dari paket yang dimaksud). Contoh lain adalah aplikasi e-business yang diterapkan di industri
penerbangan dimana perusahaan dapat mengetahui secara persis lokasi terkini
dari seluruh awak pesawatnya baik yang sedang terbang maupun istirahat. Proses
pemesanan tiket bioskop atau pertandingan olah raga melalui internet yang memungkinkan seorang
pelanggan untuk memilih spesifik bangku yang diinginkan juga merupakan salah
satu implementasi dari e-business
pada tahapan ini. Value terbesar yang
diperoleh perusahaan di sini adalah meningkatnya keunggulan kompetitif (hal
yang membedakan perusahaan dengan para pesaingnya).
d) Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif
diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen
perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada.
Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent”
karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep
e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang
mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru
yang ditawarkan oleh e-business.
Lihatlah bagaimana perusahaan retail dan distribusi merubah total bisnisnya
menjadi penyedia jasa informasi (portal) sehubungan dengan consumer products
yang ditawarkan, atau perusahaan pembuat perangkat lunak aplikasi internet yang
meredifinisikan ulang usahanya menjadi perusahaan outsourching di bidang customer
relationship management, atau perusahaan penjual buku-buku asing yang
berubah menjadi perusahaan penterjemah bahasa-bahasa asing, dan lain
sebagainya. Kata kunci di dalam tahap ini adalah “business transformation” dan “industry
convergence”, dimana karena semakin kaburnya batas-batas segmen industri
yang ada, perusahaan dapat menawarkan berbagai jenis produk atau jasa yang
belum pernah terfikirkan sebelumnya, yang pada akhirnya dapat merubah bisnis
inti yang sedang digelutinya.
2.6 Model Arsitektur Aplikasi E-Business
Dalam menerapkan konsep e-business, peranan aplikasi sangatlah
penting. Ada dua model arsitektur e-business yaitu model Sequential dan
Synchronous. Model Sequential adalah model arsitektur yang mengembangkan
aplikasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan. Untuk
mengintegrasikan fungsi fungsi tersebut diperlukan interface agar output dari
aplikasi dapat dibaca oleh aplikasi lain.
Adapun model Synchronous adalah Aplikasi besar yang akan
mensikronisasi mekanisme IPO masing-masing unit dengan cara memusatkan data dan
proses pada sebuat titik. Contoh: Aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning)
seperti pada gambar berikut :
![]() |
Salah
satu kelemahan konsep arsitektur sekuensial yang cukup mendasr adalah aspek
kecepatan dan reliabilitas dan untuk mengatasi permasalahan kecepatan dan
reliabilitas digunakan konsep arsitektur sinkronisasi.
2.7 Prospek E-Business di Indonesia
Melalui berbagai kajian terhadap perkembangan e-business maka paling tidak terdapat 10 prospek e-business di Indonesia yaitu :
1). E-business Type
E-Business yang menggunakan media internet dan web tentu memiliki tipe yang transaksi yang cepat dan
lebih akurat. Hal ini akan sangat mendukung kinerja perusahaan karena
stakeholder perusahaan termasuk pelanggan, distributor,
supplier, mitra bisnis, dan maupun masyarakat yang memanfaatkan media internet akan sangat terbantu karena
dapat melakukan transaksi dengan perusahaan dengan batas waktu yang diinginkan.
Perkembangan pemakaian alat-alat elektronik dan digital sebagai medium
komunikasi dan relasi bisnis jauh lebih cepat dibanding dengan cara transaksi
jual beli.
2). Community
Perkembangan penduduk saat ini sangat pesat seiring dengan
pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga generasi sekarang labih
banyak yang telah memanfaat fasilitas-fasilitas yang disediakan melalui
teknologi informasi seperti internet dan web termasuk trendnya sudah banyak
yang memanfaatkan e-business dan e-commerce melalui media internet.
Kondisi ini tentu menjadi peluang baik untuk tumbuh dan berkembangnya
e-business d Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa lebih mudah menciptakan
kebutuhan (demand creation) kepada generasi muda dibanding dengan
mengubah pola hidup generasi tua.
3). Content
Secara hitungan bisnis sebenarnya pihak perusahaanlah yang paling
diuntungkan dalam sistem e-business
karena dengan diterapkannya e-business maka perusahaan akan dengan mudah
mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru dengan waktu yang
elatif singkat dan biaya yang sangat efisien. Sedangkan end user memang mendapatkan keuntungan juga tetapi lebih pada terbantunya
dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan hidupnya, berbeda dengan keuntungan yang
didapat dari perusahaan adalah dalam bentuk laba usahanya.
4). Technology Device
Perkembangan teknologi berbasis PC akan bergeser ke teknologi
digital ditambah microprosessor
seperti PDA sehingga penerapan e-business
ke depan akan sangat mudah dan sangat terbantu oleh perangkat-perangkat
lainnya.
5). Access Channels
E-Business yang
beroperasi menggunakan media internet
dan web tentunya sangat menguntungkan perusahaan yang menerapkan e-business. Oleh karena, akan terbuka
akses yang lebih luas untuk tujuan-tujuan perusahaan. Berkembangnya teknologi
informasi semacam internet dan
website menawarkan perusahaan yang berminat mengimplementasikan kanal akses
tersebut.
6). Regulation
E-business berkaitan
erat dengan aktifitas pencarian laba finansial maka pemerintah akan mengikuti
negara-negara maju dalam menerapkan regulasi e-business yang kondusif. Walaupun undang-undang yang mengatur
tentang perdagangan melalui elektronik business ini masih ada hal yang masih
merugikan pihak konsumen akan tetapi tren penggunaan e-business yang semakin tinggi tetap akan dipilih oleh perusahaan
untuk menerapkannya, karena ada dorongan yang sangat kuat akan pentingnya akses
ke pelanggan yang cepat, akurat, mudah, dan murah.
7). Organization
Faktor budaya, pendidikan, sosial dan perilaku dalam organisasi
memegang peranan penting dalam menentukan sukses tidaknya sosialisasi
penggunaan teknologi informasi. Di Indonesia masyarakatnya mayoritas adalah
orang-orang yang mudah menerima budaya dari tempat lain, rasa social yang
tinggi terhadap teman, sahabat, dan keluarga, dan tngkat pendidikan masyarakat
Indonesia yang sebagian besar sudah berpendidikan tinggi sehingga akan sangat
mudah untuk penerapan e-business dan e-commerce di Indonesia.
8). Change Strategy
Perusahaan di negara berkembang lebih memilih metode evolusi
dibanding revolusi dalam mengimplementasikan e-business. Indonesia sebagai Negara berkembang menjadi tempat yang
cukup baik untuk penerapan e-business
dan memiliki peluang yang menjanjikan.
9). Business Process
Perusahaan yang sukses akan diraih oleh perusahaan yang mampu
mengawinkan konsep tradisional physical value chain dengan virtual
value chain. Mobilitas orang di kota besar akan mendorong kita untuk
melakukan segala aktivitas dengan cepat. E-business
akan membantu akses dan transaksi kita dengan perusahaan dengan cepat karena
bisa diakses dimana saja dan waktu kapan saja.
10). System Approach
E-business baru dapat
berkembang jika komponen lain dalam lingkungan sistem e-business turut tumbuh dan
berkembang secara serentak. Namun di era teknologi seperti sekarang ini antara
sistem e-business dan lingkungan sistemnya kedepan sudah pasti akan diperbaiki dan menjadi lebih baik seperti
infrastruktur maupun regulasi pemerintah guna menunjang kelancaran dalam
penerapan e-business di Indonesia.
2.8 Hubungan E-Business dengan E-Commerce, E-Government, dan E- Learning
Untuk mengetahui hubungan antara e-business dengan e-goverment,
e-commerce, e-learning dan “―e―e” lainnya dapat diperoleh dengan cara memfilter
istilah-istilah tersebut menggunakan definisi e-business yang telah ditetapkan
sebelumnya. Arti istilah-istilah tersebut perlu diketahui terlebih dahulu,
kemudian melihat kesesuaian antara definisinya dengan definisi e-business. Dari
situ kita dapat melihat hubungan di antara keduanya.
1. E-Government
E-Government (EG) mengacu
kepada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk bertukar informasi
dan pelayanan kepada penduduk, perusahaan-perusahaan, dan pemerintahan lainnya.
Bentuk e-government ada 4 macam, yaitu government-to-customer,
government-to-business, government-to-employees, dan government-to-government.
E-government dilakukan
oleh pemerintah dan menggunakan teknologi informasi. Teknologi informasi
tersebut digunakan untuk mendukung proses bisnis-nya berupa pertukaran
informasi dan pelayanan kepada penduduk, perusahaan, dan pemerintah lainnya.
E-Government dapat memberikan keuntungan berupa kemudahan dalam pembuatan KTP,
pembayaraan pajak, penyediaan data demografi, dan sebagainya. E-government adalah e-bisnis yang
dilakukan oleh pemerintah untuk menjalankan proses bisnisnya, yaitu
pemerintahan dan layanan masyarakat.
2. E-Commerce
E-Commerce (EC) adalah
pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui sistem elektronik seperti
internet dan jaringan lainnya. E-commerce
adalah bagian dari e-business karena
adanya penggunaan teknologi informasi berupa internet dan jaringan computer
lainnya untuk menjalankan proses bisnis utama berupa pembelian dan penjualan.
3. E-Learning
E-Learning adalah istilah
payung yang menggambarkan pembelajaran yang dilakukan menggunakan komputer,
biasanya terkoneksi dengan jaringan, dan memberikan kita kesempatan untuk
belajar hampir setiap waktu, di mana pun. E-Learning dapat menjadi bagian dari
e-business jika pembelajaran menjadi salah satu proses bisnis utama dari
organisasi. Misalnya, perusahaan yang menyediakan e-learning bagi pembelajaran
karyawan pada intranetnya. Contoh yang lain, Cisco Systems yang membuka kelas online. Cisco dalam satu tahun
dapat menghasilkan 16 Dollar untuk setiap 1 Dollar yang dihabiskan pada program
e-learning.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
penjelasan mengenai penerapan e-business
di Indonesia diatas dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1. Di era
teknologi dan kebutuhan konsumen yang sangat dinamis akan membawa perusahaan
dan para eksekutif bisnis harus merevolusi aktivitas bisnisnya. Penggunaan
media internet, situs web, dan jaringan computer lainnya secara optimal menjadi
faktor penting dalam kesuksesan penerapan e-business
dan e-commerce di suatu perusahaan.
2. Perkembangan
sistem e-business dalam suatu
perusahaan maupun negara maju atau berkembang sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor sebagai pemicu seperti oleh karena konsumen saat ini menginginkan
sesuatu yang lebih. Misalkan Pemesanan dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian produk dengan metode yang
beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan adanya
fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga
kompetitif, dan sebagainya.
3. Kemajuan e-business juga sangat dipengaruhi oleh
perkembangan teknologi informasi itu sendiri karena dalam perkembangan
e-business teknologi informasi memiliki fungsi sebagai penggerak dari dimungkinkannya
model-model bisnis baru.
4. Ada banyak
keuntungan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menggerakkan e-business dan e-commerce bagi perusahaan seperti aktivitas perusahaan akan sangat
efektif dan efisien, mampu menjangkau konsumen secara luas dan mampu menembus
batas ruang dan waktu dengan mudah dan biaya yang sedikit serta terbukanya peluang yang untuk berinovasi menciptakan produk atau jasa baru akibat ditemukannya teknologi baru dari masa kemasa.
5. Prospek
pengembangan e-business yang baik di Indonesia
dengan semakin banyaknya penduduk maupun perusahaan yang sudah mahir
menggunakan media internet dan web sehingga menjadi peluang besar bagi
perusahaan dalam menerapkan system e-business maupun e-commerce dalam
memasarkan produk dan jasanya dan membina hubungan baik dengan mitra bisnis
seperti pelanngan, pemasok, distributor, dan stakeholdernya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
O’Brien James A; Pengantar Sistem Informasi,
Edisi 12, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2005
2. Richardus,E.I, Konsep dan Aplikasi e-Business, Penerbit
Andi, Yogyakarta, 2002
3. data.dppm.uii.ac.id/jurnal/uploads/f010205:E-business :
meningkatkan daya saing perusahaan
5. rieska1511.blogspot.com/.../sistem-perbankan-elektronik-e-business








Komentar
Posting Komentar